- Berlin pada dasawarsa ”Dua puluhan emas“
Fase kemajuan di bidang ekonomi
dan penurunan suhu politik antara
tahun 1924 dan 1929 membawakan
masa gemilang yang pendek
dan sangat intensif. Suasananya
terutama terasa di ibu kota Berlin.
Kota metropolitan itu berkembang
menjadi salah satu pusat senibudaya
dan ilmu di Eropa. Kemajuan
teknik dan semangat bereksperimen
dalam seni-seni arsitektur,
teater, sastra dan film menggairahkan
kehidupan. Dengan terjadinya
krisis ekonomi global pada tahun
1929, akhir ”Dua puluhan emas“
dan kemerosotan Republik
Weimar terasa telah mendekat.
- Heinrich August Winkler
Guru besar untuk sejarah terkini
pada Humboldt-Universität di
Berlin sejak 1991 sampai pensiun
2007, termasuk sejarahwan Jerman
terkemuka. Melalui karyanya
Der lange Weg nach Westen (Jalan
Panjang Menuju Barat), Winkler
meraih reputasi internasional.
- Holocaust
Dengan kata holocaust disebutkan
pembunuhan enam juta orang
Yahudi Eropa yang dilakukan secara
sistematis dan dengan prosedur
birokratis yang menata
sebuah industri maut yang bekerja
dengan sempurna. Yang menjadi
korban holocaust juga ialah orang
Sinti dan Roma (Gipsy), orang
homoseksual dan orang lain yang
golongannya dianggap oleh rezim
Nazi sebagai ”tidak diinginkan“
atau ”tidak layak hidup“. Dalam
rangka program pemusnahan
yang tak terbayangkan, orangorang
itu dieksploitasi dalam
pabrik maut dan kamp konsentrasi
sambil dianiaya, dihina dan akhirnya
dibunuh. Pembunuhan masal
itu didahului oleh penyebaran
ideologi rasistis dan antisemitis
melalui propaganda, pencabutan
hak-hak warga Yahudi secara
bertahap, penyitaan milik mereka
serta penempatan mereka di
dalam perkampungan tertutup
secara paksa. Yang terlibat dalam
pelaksanaan holocaust tidak hanya
semua organ negara, melainkan
juga kaum elite dari angkatan bersenjata,
industri, perbankan, ilmu
pengetahuan dan kedokteran.
- Keajaiban ekonomi
Istilah ”keajaiban ekonomi“
dipakai orang untuk menggambarkan
pembangunan kembali sektor
ekonomi yang berlangsung dengan
cepat di Republik Federal Jerman
setelah Perang Dunia II. Prasyaratnya
adalah pembangunan
kembali tempat-tempat produksi
menurut standar teknik mutakhir,
penggantian mata uang lama
dengan D-Mark (1948) dan
dukungan keuangan yang kuat
oleh Amerika Serikat melalui
Marshall Plan. Sampai akhir tahun
lima puluhan, Jerman telah
berkembang menjadi salah satu
kekuatan ekonomi terkemuka.
- Kerajaan Romawi Suci
Penobatan Otto I sebagai kaisar
pada tahun 962 merupakan titik
awal berkembangnya negara Jerman
dari Kerajaan Franken Timur.
Nama negara yang sejak tahun
1512 resmi berbunyi ”Kerajaan
Romawi Suci Bernasion Jerman“,
di satu pihak mengungkapkan
tuntutan kekuasaan sebagai
pengganti ”Imperium Romanum“
pada zaman antik, di pihak lain
menekankan peran sakral lembaga
kekaisaran. Reich itu berdiri selama
delapan abad lebih, sampai Franz II
dari Habsburg meletakkan mahkota
kekaisaran pada tahun 1806
atas tuntutan Napoleon. Tidak
lama sebelumnya telah dibentuk
Serikat Rhein.
- Konrad Adenauer (1876–1967)
Tokoh dari Uni Demokrat Kristen
ini adalah kanselir pertama Republik
Federal Jerman. Pemerintah
Federal dipimpinnya dari tahun
1949 hingga 1963. Melalui haluan
politik orientasi ke Barat yang diikutinya
secara konsekuen,
Adenauer memungkinkan integrasi
Jerman ke dalam komunitas
negara internasional, pakta NATO
dan Masyarakat Ekonomi Eropa
(MEE). Pencapaian lain Adenauer
mencakup rekonsiliasi dengan
Perancis dan usahanya ke arah
rekonsiliasi dengan Israel.
- Nasionalsosialisme
Aliran nasionalsosialis berasal dari
sebuah gerakan yang berorientasi
kebangsaan, antisemitisme dan
nasionalisme. Sejak tahun 1920,
gerakan tersebut terorganisasi
dalam Nationalsozialistische
Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP –
Partai Nazi). Ciri-ciri utama ideologi
nasionalsosialis adalah rasisme,
khususnya antisemitisme dan
klaim akan adanya ras Aria yang
unggul, darwinisme sosial yang
membenarkan eutanasia dan
eugenika, totalitarisme dan penolakan
demokrasi, ”pengarahan
rakyat“ sesuai dengan prinsip
pemimpin tunggal, militarisme,
chauvinisme dan ideologi mengenai
”kebersamaan bangsa“ yang
didasarkan atas faktor biologis,
imperialisme yang memakai
kedok ”politik Lebensraum“, dan
pendalangan media propaganda
untuk menciptakan basis dalam
massa.
- Otto von Bismarck (1815–1898)
Penyatuan Jerman di bawah
hegemoni Prusia menjadi tujuan
politik Bismarck sejak negarawan
itu diangkat sebagai perdana
menteri Prusia oleh Raja Wilhelm I
pada tahun 1862. Seusai perang
melawan Austria pada tahun 1866
dan dibubarkannya Serikat
Jerman, didirikan Serikat Jerman
Utara yang diikuti oleh 17 negara
kecil Jerman di bawah pimpinan
Prusia. Menyusul kemenangan
dalam perang melawan Perancis
1870-71 didirikan Kerajaan Jerman
Kedua, dan Wilhelm I diproklamasikan
sebagai kaisar di Versailles.
Bismarck tetap menjabat sebagai
perdana menteri, tetapi sekaligus
menjadi kanselir Kerajaan Jerman.
Sebagai lembaga baru dibentuk
dewan perwakilan rakyat,
Reichstag, yang dipilih langsung,
tetapi hak legislatifnya masih
terbatas. Secara gigih Bismarck
menentang liberalisme kiri,
gerakan politik umat Katolik dan
partai sosialis demokrat. Di lain
pihak diciptakan undang-undang
jaminan sosial yang paling
progresif di Eropa atas usahanya
selama tahun 1880-an. Konflik
berat dengan Kaisar Wilhelm II
yang naik takhta pada tahun 1888
memuncak dalam pemecatan sang
”Kanselir Besi“ pada tahun 1890.
- Paulskirche, 1848
Antara Maret 1848 dan musim
panas 1849 terjadilah ”Revolusi
Maret“ di Jerman. Sifatnya pergerakan
warga ke arah demokrasi
dan kebangsaan, seperti yang berlangsung
pada saat yang sama di
berbagai kawasan lain di Eropa.
Gerakan itu merupakan percobaan
pertama untuk menciptakan
negara Jerman yang merdeka,
demokratis dan bersatu. ”Revolusi
Jerman“ itu memaksa dibentuknya
pemerintah-pemerintah liberal dan
dilaksanakannya pemilihan umum
untuk pembentukan dewan
konstituante nasional. Dewan itu
bersidang di Paulskirche (Gereja
Paulus) di Frankfurt am Main.
Sampai bulan Juli 1849, pergerakan
itu ditumpaskan oleh pasukan
raja-raja Jerman, kemudian
keadaan lama dipulihkan untuk
sebagian besar.
- Perang Dunia Kedua
Pada tanggal 1 September 1939
pukul 4.45, Hitler menyerang
Polandia, negara tetangga Jerman,
secara mendadak dan tanpa
pernyataan perang. Inggris dan
Perancis segera bereaksi dengan
menyatakan perang terhadap
Jerman. Telah dimulai Perang
Dunia II yang akan mengakibatkan
60 juta korban jiwa. Jumlah
korban terbesar terdapat di Uni
Sovyet, yang kehilangan sekitar 25
juta jiwa. Kegagalan strategi
Blitzkrieg di depan Moskwa dan
masuknya Amerika Serikat dalam
perang mengakhiri politik ekspansi
Jerman dan sekutunya yang
membabi-buta itu. Pada tanggal 7
Mei 1945, Karl Dönitz sebagai
pengganti Hitler memberi kewenangan
kepada kepala staf
gabungan angkatan bersenjata
Jerman, Jenderal Alfred Jodl, untuk
menandatangani kapitulasi Jerman
yang menyeluruh dan tak bersyarat
di markas besar tentara
sekutu di Reims (Perancis).
- Perang Dunia Pertama
Pada tahap pertama, Perang
Dunia I (1914-1918) berlangsung
antara Kerajaan Jerman dan
Austria-Hongaria di satu pihak
dan negara-negara entente, yaitu
Perancis, Inggris, Rusia dan
Serbia, di pihak lain. Kemudian
beberapa negara lain di Eropa,
Asia, Afrika dan Amerika ikut
serta dalam perang itu, di antaranya
Amerika Serikat yang keterlibatannya
sejak tahun 1917
menjadi faktor penentu. Hampir
15 juta jiwa menjadi korban
perang itu. Kekalahan militer
Kerajaan Jerman diikuti dengan
perombakan di bidang politik. Sebagai
akibat revolusi yang terjadi
pada bulan November 1918,
Kaisar Wilhelm II menandatangani
pernyataan turun-takhta. Monarki
diganti oleh republik.
- Perjanjian Dua-plus-Empat
Dengan sebutan singkat itu
dinamakan ”Peraturan Final
Menyangkut Jerman“ yang diikat
di Moskwa pada tanggal 12
September 1990 antara kedua
negara Jerman dan keempat
negara pemenang Perang Dunia II
(Amerika Serikat, Inggris, Perancis,
Uni Sovyet) untuk mengamankan
reunifikasi Jerman dari segi politik
luar negeri. Melalui perjanjian
tersebut dipulihkan kedaulatan
negara Jerman secara penuh.
Perbatasan Jerman dengan negaranegara
tetangga diakui sebagai
garis perbatasan final, dan Jerman
melepaskan tuntutan atas wilayah
tertentu yang termasuk wilayah
Jerman sebelum perang.
- RDJ
Republik Demokrasi Jerman didirikan
pada tahun 1949 di zone pendudukan
Uni Sovyet di Jerman dan
sektor timur kota Berlin. Eksistensinya
berakhir pada tanggal 2 Oktober
1990. RDJ, atau Jerman Timur,
termasuk Blok Timur yang berada
di bawah hegemoni Uni Sovyet.
Pada pemberontakan rakyat tahun
1953 terjadi demonstrasi di seluruh
wilayah RDJ yang ditumpaskan
dengan kekerasan oleh pasukan
Uni Sovyet yang dibantu oleh
kepolisian Jerman Timur.
- Reich Ketiga
Yang dinamakan ”Kerajaan
Ketiga“ atau Drittes Reich ialah
kurun waktu berkuasanya rezim
Nazi selama 12 tahun dari 1933
sampai 1945. Periode itu berawal
dengan pengangkatan Adolf
Hitler menjadi kanselir Reich pada
tanggal 30 Januari 1933 dan
berakhir dengan kapitulasi tak
bersyarat angkatan bersenjata
Jerman pada tanggal 7 Mei 1945.
Reich Ketiga itu telah menjadi
sinonim bagi mesin propaganda
yang menyebarkan ideologi
rasistis dan anti-Yahudi,
peleburan organisasi-organisasi
politik dan kemasyarakatan,
infiltrasi ideologi ke dalam
kehidupan umum, teror terhadap
warga Yahudi dan terhadap
orang-orang yang berpandangan
lain, sinonim juga bagi dukungan
massa yang antusias dan bagi
pembunuhan masal yang
dijadikan industri, bagi nafsu
mengekspansi wilayah dan
pencetusan Perang Dunia II.
- Republik Weimar
Pada tanggal 9 November 1918,
Philipp Scheidemann dari Partai
Sosialis-Demokrat memproklamasikan
negara republik. Di kemudian
hari, republik ini dinamakan
menurut kota Weimar, tempat bersidangnya
Majelis Nasional yang
merumuskan konstitusinya. Selama
berdirinya Republik Weimar,
(1919-1933) Reich Jerman – nama
itu tetap dipakai – merupakan
federasi yang demokratis. Sistem
pemerintahannya berupa campuran
antara tatanan presidentil dan
parlementer. Percobaan kedua ini
untuk mendirikan demokrasi
liberal menurut contoh Barat di
Jerman mengalamai kegagalan
pula. Republik yang sudah dilemahkan
oleh konflik intern
berakhir dengan perebutan
kekuasaan oleh Partai Nasionalsosialis
(Nazi) yang membawa
diktatur totaliter.
- Reunifikasi
Dengan terjadinya penggulingan
secara damai di Jerman Timur
pada tahun 1989, penyatuan kembali
kedua negara Jerman semakin
mendekat. Sekitar pertengahan
tahun 1990 dimulailah perundingan
mengenai perjanjian penyatuan
di Berlin. Pada tanggal 3 Oktober
1990, RDJ menyatakan dirinya bergabung
dengan Republik Federal
Jerman berdasarkan Pasal 23
Undang-Undang Dasar RFJ. Pada
tanggal 2 Desember 1990 diselenggarakan
pemilihan umum
pertama yang menentukan anggota
parlemen federal, Bundestag,
untuk seluruh Jerman.
- Revolusi secara damai
Dengan revolusi dari bawah yang
terjadi secara spontan dan yang
mengabaikan kekerasan, rakyat
Jerman Timur berhasil meraih
kekuasaan dalam jangka waktu
beberapa minggu saja di musim
gugur 1989. Pada tanggal 9
November 1989, orang meruntuhkan
sebagian dari Tembok
Berlin, lambang pembelahan
Jerman dan simbol Perang Dingin.
Peristiwa itu didahului oleh
gerakan pelarian masal warga RDJ
yang meninggalkan negara
mereka melalui Praha, Warsawa,
dan perbatasan antara Hongaria
dan Austria yang telah dibuka
sementara itu. Di samping itu
terjadi aksi unjuk rasa besarbesaran,
khususnya di Leipzig,
protes terbuka oleh orang-orang
terkenal dan tokoh pembela hak
warga, serta tuntutan akan
kebebasan bepergian yang
semakin gencar.
- Serikat Jerman
Himpunan longgar antara negaranegara
berdaulat dan kota-kota
bebas di Jerman ini dibentuk pada
Kongres Wina tahun 1815. Mulamula
serikat ini memiliki 41, akhirnya
33 anggota. Tujuan utama
konfederasi ialah keamanan
semua anggotanya, baik intern
maupun ekstern. Satu-satunya organ
serikat adalah Majelis Federal
yang berkedudukan di Frankfurt
am Main. Akibat perselisihan
antara Austria dan Prusia yang
semakin meruncing sejak pertengahan
abad ke-19, akhirnya
Serikat Jerman retak. Pembubarannya
terjadi pada tahun 1866.
- Undang-Undang Dasar
Tatanan politik dan hukum Republik
Federal Jerman didasari oleh
konstitusi. Mula-mula undangundang
dasar tersebut dimaksudkan
sebagai pegangan untuk masa
peralihan yang akan digantikan
oleh konstitusi yang berlaku untuk
seluruh Jerman. Dengan bergabungnya
Jerman Timur dengan wilayah
berlakunya undang-undang
dasar RFJ pada tanggal 3 Oktober
1990, UUD itu menjadi konstitusi
bagi seluruh Jerman. Konstitusi itu
menandai sejarah keberhasilan
Jerman setelah jatuhnya rezim Nazi
dan dianggap sebagai pencapaian
istimewa dalam sejarah Jerman.
- Willy Brandt (1913–1992)
Tokoh dari Partai Sosialis Demokrat
ini memegang jabatan Kanselir
Federal dari Republik Federal
Jerman dari tahun 1969 sampai
1974. Untuk apa yang dikenal
sebagai Ostpolitik-nya, yaitu politik
peredaan ketegangan dan
pencarian keseimbangan dengan
negara-negara Eropa Timur
(”politik langkah-langkah kecil“),
Brandt menerima Hadiah Nobel
untuk Perdamaian pada tahun
1971. Politik detentenya ikut
membuka jalan bagi Konferensi
Mengenai Keamanan dan Kerja
Sama di Eropa (CSCE).
|