Latar belakang

Emisi gas rumah-kaca

Sekitar dua pertiga dari “efek rumah-kaca” yang ditimbulkan manusia diakibatkan oleh emisi karbon dioksida (CO2). Gas yang mengganggu iklim itu dihasilkan pada proses pembakaran bahan bakar fosil, yaitu gas, minyak bumi dan batu bara. Semua bahan itu mengandung zat karbon (C) yang bersenyawa dengan oksida dari udara menjadi CO2. Melalui pemakaian bahan bakar fosil, atmosfer bumi setiap tahun dibebani dengan lebih dari 32,3 miliar ton CO2 (2014), demikian hasil studi Badan Energi Internasional (IAE). Gas rumah-kaca selain CO2 yang emisinya dibatasi oleh Pernyataan Kyoto ialah dinitrogen monoksida (N2O), metana, serta fluorkarbon hidrogen yang dihalogenasi, hidrokarbon yang diperfluorasi dan sulfur heksalfluorida.

Program Pelestarian Energi dan Iklim Terpadu

Melalui program terpadu di bidang energi dan iklim, Pemerintah Federal bertujuan mengurangi emisi gas rumah-kaca di Jerman sampai tahun 2020 dengan 40 persen dibandingkan dengan tahun 1990. Program itu mencakup tindakan di 29 ranah, dari kombinasi tenaga-panas (instalasi yang menghasilkan baik listrik maupun panas), melalui energi terbarukan sampai ke pengembangan lebih lanjut dari teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), yaitu pemisahan dan penyimpanan karbon dioksida yang terjadi dalam proses pembangkit listrik. Ada tiga sasaran pokok yang dituju oleh Pemerintah Federal dengan program pelestarian iklim: terjaminnya pengadaan dan distribusi energi, sifat ekonomis, dan sifat ramah lingkungan.

Taman Nasional

Sebagian besar di antara ke-16 taman nasional Jerman terletak di bagian utara. Ciri istimewa semua taman itu ialah alam dan lanskap yang unik yang dipelihara demi pelestarian keanekaan jenis tumbuhan dan binatang yang langka. Taman nasional terbesar adalah Nationalpark Schleswig- Holsteinisches Wattenmeer seluas 441.000 hektar, yang terkecil ialah Nationalpark Jasmund di Pulau Rügen yang arealnya seluas 3.070 hektar mencakup tebing-tebing kapur yang terkenal.

bfn.de

Undang-Undang Energi Terbarukan

Erneuerbare-Energien-Gesetz (EEG) diundangkan untuk memajukan instalasi pembangkit energi yang memakai sumber yang terbarukan. Tujuan undang-undang itu ialah, agar andil energi terbarukan dalam konsumsi listrik meningkat menjadi paling sedikit 35 persen pada tahun 2020 dan seterusnya naik secara kontinu. Kepada produsen, EEG menjamin imbalan dengan tarif yang pasti. Undang-undang itu termasuk dalam rangkaian tindakan yang bertujuan mengurangi ketergantungan dari sumber energi fosil dan dari impor energi dari luar kawasan UE. Pokok EEG Jerman tersebut telah diambil alih oleh banyak negara lain di dunia.

erneuerbare-energien.de