Latar belakang

Arus imigrasi

Pada abad ke-19 Jerman telah menjadi negara tujuan bagi sejumlah besar migran. Sejak pertengahan kedua abad ke-20, jumlah pendatang di Jerman adalah yang terbesar di seluruh Eropa. Pada tahun 1950, bagian warga asing dalam jumlah penduduk seluruhnya di Republik Federal Jerman hanya mencapai sekitar 500.000, atau kurang lebih satu persen. Hal itu telah berubah secara jelas: Dewasa ini sekitar 10 juta warga asing tinggal di Jerman, yaitu 12 persen dari jumlah penduduk seluruhnya.

Asuransi kecelakaan

Asuransi kecelakaan kerja yang diwajibkan oleh undang-undang merupakan asuransi tanggung wajib yang dibayar oleh pengusaha untuk pekerjanya. Dengan demikian para pekerja mempunyai jaminan terhadap akibat kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan.

Asuransi kesehatan

Hampir semua penduduk Jerman menjadi anggota asuransi kesehatan, atau yang wajib (90 persen) atau yang privat (hampir 10 persen). Asuransi kesehatan menanggung biaya perawatan oleh dokter, obat-obat­an, perawatan di rumah sakit dan tindakan preventif. Iuran asuransi kesehatan dibayar oleh pekerja dan majikan. Peserta asuransi kesehatan wajib tidak harus membayar iuran untuk anggota keluarganya yang tidak mempunyai pendapatan.

Asuransi pengangguran

Penganggur di Jerman berhak atas tunjangan. Penganggur yang selama dua tahun sebelumnya paling sedikit selama 12 bulan membayar iuran asuransi pengangguran berhak menerima uang pengangguran (60 sampai 67 persen dari gaji neto terakhir). Uang pengangguran dibiayai dari iuran yang disetor oleh pekerja dan majikan, masing-masing separuh. Jangka waktu penerimaan uang peng­angguran paling lama enam sampai 24 bulan. Setelah itu dapat diterima tunjangan untuk menutupi kebutuhan pokok pencari kerja (“Uang pengang­guran”) yang jumlahnya tergantung dari harta yang dimiliki. Instrumen yang ternyata berguna dalam krisis ekonomi ialah “uang untuk jam kerja tidak penuh”. Berkat tunjangan yang dibiayai oleh pajak itu, perusahaan dapat bertahan dalam keadaan sulit tanpa harus memutuskan hubungan kerja.

Asuransi perawatan

Asuransi wajib terhadap risiko ketergantungan dari perawatan mulai dilaksanakan pada tahun 1995 sebagai “tiang kelima” asuransi jaminan sosial. Untuk pembiayaannya ditarik iuran yang sama tingginya dari pekerja dan majikan menurut pola pembagian antarpeserta.

Asuransi purnakarya

Asuransi purnakarya yang diwajibkan oleh undang-undang adalah sokoguru terpenting bagi jaminan hari tua. Pembiayaannya didasarkan atas pola pembagian antarpeserta: Iuran yang dibayar setiap bulan oleh para pekerja dan majikan dipakai untuk membayar uang purnakarya secara teratur kepada peserta asuransi yang sudah mencapai usia pensiun. Dengan menyetor iuran selama masa kerja aktif, peserta asuransi memperoleh hak penerimaan uang purnakarya atas nama sendiri. Dana untuk membayar uang purnakarya itu di masa depan harus dikumpulkan dari iuran generasi berikutnya lagi (“perjanjian antargenerasi”). Di samping itu sistem jaminan hari tua didukung oleh tiang kedua dan ketiga berupa dana persiapan hari tua yang disediakan oleh perusahaan atau yang dikumpulkan secara perseorangan. Dengan persyaratan tertentu jenis dana itu mendapat subsidi dari negara.

Bantuan sosial

Jaringan jaminan sosial dilengkapi oleh uang bantuan sosial yang dibiayai oleh pajak. Tunjangan itu diberikan kepada warga yang tidak sanggup mengatasi keadaan susahnya dengan tenaga dan sarana sendiri atau dengan bantuan keluarganya. Di samping itu terdapat bantuan sosial pokok untuk orang lanjut usia atau orang invalid, begitu juga bantuan dari pihak negara untuk biaya hidup dan dalam situasi khusus.

Gaya hidup generasi lanjut usia

Orang lanjut usia kini tidak hanya mencapai usia lebih tinggi, melainkan juga lebih sehat, lebih bugar dan lebih aktif daripada generasi-generasi sebelumnya. Mereka mapan secara ekonomi: Kelompok umur di atas 60 tahun memiliki hampir sepertiga dari daya beli total. Gaya hidup dari “generasi 50+” telah banyak berubah. Kira-kira setiap orang kedua memberi perhatian khusus kepada kebugaran, kesehatan dan kesegaran. Oleh karena itu kegiatan jasmani dan olahraga semakin dipentingkan: Setiap orang ketiga di kelompok usia 60 tahun ke atas berolahraga hampir setiap hari.

Kenaikan usia harapan hidup

Pada awal abad ke-20, usia harapan hidup rata-rata masih berkisar sekitar 46 tahun. Sekarang, seorang anak laki-laki yang baru lahir dapat mengharapkan akan mencapai usia 78 tahun, seorang anak perempuan bahkan 83 tahun.

Naturalisasi

Dengan memenuhi persyarat­an tertentu, migran yang tinggal di Jerman secara tetap dapat memohon kewarganegaraan Jerman. Pada tahun 2016 ada 110.400 warga asing yang di­naturalisasi.

bamf.de

Negara sosial

Prinsip negara sosial ditetapkan oleh Pasal 20 Undang-Undang Dasar RFJ dan tidak dapat dibatalkan, biarpun melalui perubahan terhadap konstitusi tersebut. Ketetapan itu berarti bahwa undang-undang-dasar mewajibkan negara untuk menjamin dasar eksistensi materiil warganya di samping ruang kebebasannya. Dalam pada itu setiap warga harus ikut bertanggung jawab atas jaminan sosialnya sendiri.

Perjanjian antargenerasi

Pengertian itu dipakai untuk menyebutkan sistem pembiayaan dari asuransi-wajib purnakarya: Berdasarkan pola pembagian di antara peserta asuransi, orangorang yang bekerja sekarang membayar uang purnakarya bagi generasi pensiunan melalui iuran yang mereka setor, dengan mengharapkan bahwa generasi penerus nantinya akan membayar uang purnakarya bagi mereka pula. Undang-undang pertama mengenai asuransi wajib untuk jaminan hari tua telah dikeluarkan pada tahun 1889. Di samping iuran yang dibayar oleh pekerja dan majikan, sistem ini dibiayai pula oleh subsidi dari Federasi. Sejak tahun 2002, uang purnakarya dari asuransi wajib dilengkapi dengan asuransi hari tua privat yang terjamin oleh modal dan didukung oleh negara.Jaminan hari tua untuk pegawai negeri dan penyandang profesi bebas ditanggung oleh dana pensiun dan asuransi lain.

Persamaan hak

Di Jerman, persamaan hak terjamin oleh undang-undang dasar, dan larangan diskriminasi berdasarkan kelamin dalam hal kondisi kerja dan imbalan kerja tertera dalam undang-undang. Di samping itu ada sejumlah undang-undang yang menjamin hak-hak kaum perempuan. Jerman aktif juga di dalam jaringan lembaga pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat yang memperjuangkan persamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan. Dengan diterapkannya apa yang disebut pengarusutamaan gender, kebijakan perempuan diintegrasikan sebagai tugas melintang di semua resor dan instansi. Dengan demikian, negara memegang peranan aktif dalam menciptakan kondisi hidup yang sama bagi lakilaki dan perempuan. Tindakan itu telah membawa hasil: Dalam Indeks GEM terbitan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengukur partisipasi perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik, Jerman menempati peringkat 9, berarti termasuk negara paling maju di dunia di bidang itu.

Taraf hidup

Republik Federal Jerman tergolong negara bertaraf hidup paling tinggi di dunia. Menurut Indeks HDI Perserikatan Bangsa- Bangsa, Jerman termasuk negara paling maju menurut kriteria usia harapan hidup, taraf keberaksaraan, dan pendapatan per kapita. Sistem kesehatan memungkinkan pelayanan medis yang lengkap, sistem-sistem jaminan sosial berupa asuransi wajib di bidang kesehatan, perawatan, kecelakaan, purnakarya/hari tua dan pengangguran melindungi warga dari dampak keuangan yang ditimbulkan risiko kehidupan.