Kualitas Hidup Urban

Thomas Linkel/laif
Kota-kota besar Jerman mendapat peringkat yang sangat baik dalam survei mengenai kualitas hidup. Jumlah orang yang ingin tinggal di kota terus naik, hal itu memengaruhi harga sewa serta harga tanah dan bangunan.

Lapangan kerja baik, lingkungan hidup bersih, kriminalitas rendah, banyak hiburan dan acara budaya, hubungan transpor yang baik: semua itu sering dikatakan tersedia di kota-kota Jerman. Menurut hasil survei di kalangan ekspatriat me­ngenai kualitas hidup di 231 kota besar di dunia yang diumumkan oleh konsultansi AS Mercer tahun 2018, tujuh kota Jerman termasuk kelompok 30 teratas. Dengan München di peringkat 3, Düsseldorf (6) dan Frankfurt am Main (7) terdapat tiga kota di Jerman yang bahkan masuk ke-10 kota terbaik dunia. Berlin (13), Hamburg (19), Nürnberg (23), dan Stuttgart (28) juga menduduki posisi atas. Di Jerman terdapat 80 kota besar (lebih dari 100.000 penduduk) dan 614 kota madya (20.000 hingga 99.999 penduduk); 75,5 persen penduduk Jerman sudah tinggal di kota.

dpa/Markus Scholz

Permintaan akan tempat tinggal di perkotaan mengakibatkan kenaikan harga yang tajam, baik uang sewa untuk penyewa baru, maupun harga tanah dan bangunan. Dalam hal kuota kepemilikan tempat tinggal, Jerman berada pada urutan kedua terakhir di Eropa. Hanya 45 persen rumah tangga menempati rumah atau apartemen milik sendiri. Mayoritasnya menjadi penyewa. Biaya tempat tinggal dianggap oleh hampir 14 persen penduduk sebagai “beban berat keuangan”. Rata-rata 27 persen pendapatan per bulan dikeluarkan untuk tempat tinggal. Oleh karena itu Pemerintah Jerman mengeluarkan peraturan yang membatasi kenaikan harga sewa. Tujuannya memelihara ke­ragaman sosial di daerah yang pasar perumahannya ramai. Dalam hal ganti penyewa, dari penyewa baru hanya boleh ditarik uang sewa yang maksimal 10 persen di atas harga pasar. – Namun ada kekecualian. Melalui ”Inisiatif Pengadaan Tempat Tinggal“ yang dilancarkan tahun 2018, Pemerintah Federal menargetkan pembangunan 1,5 juta apartemen dan rumah milik sendiri yang baru, serta menyediakan dana dua miliar Euro untuk program pembangunan rumah bersubsidi. Di samping itu diberi tunjangan kepada keluarga untuk mendapatkan tempat tinggal milik sendiri.

Related content